Tak Perlu Terburu Menjadi “Tokoh”

Menjadi “Tokoh” siapa yang tak ingin? Menjadi sosok yang dihormati, disegani dan didengar omongannya adalah idaman hampir semua orang.

Bisa jadi judul diatas menggelitik beberapa orang. Bisa jadi ada yang mengatakan, “apa iya situ juga gak kepengen jadi tokoh?”. Ada pula yang mungkin akan mengatakan, “ah.. pencitraan nih, situ kan udah jadi tokoh”. Dan pastinya banyak lagi komentar yang terlontar. Ya.. sudah, biarlah komentar berdatangan karena itu hak setiap orang dan aku pribadi sangat menghormati hak tersebut.

Dari judul diatas yang ingin aku bahas adalah bagaimana seseorang mau dan mampu berkarya tanpa embel-embel ingin menjadi orang yang “paling”. Apa yang kuutarakan bukan tanpa alasan atau opini belaka, semua pernah kualami, pernah kujalani. Maka dari itu aku ingin membagi pengalaman.

Saat ini banyak sekali seseorang diusia muda yang bisa dibilang telah meraih kesuksesan. Siapa yang tak ingin sukses? Tentu semua ingin. Tapi bagaimana menjadi sukses atau menduplikasi cara-cara mereka meraih kesuksesan? Salah satunya menurutku adalah tak terburu ingin menjadi “tokoh”. Setiap proses belajar tentu menginginkan sebuah pencapaian dan sebuah pencapaian menginginkan penghargaan. Mengikhlaskan untuk tidak cepat mendapat penghargaan inilah yang butuh energi cukup besar. Ada pententangan dalam diri pastinya. Mungkin dalam hati kita akan berkata, “aku kan sudah berusaha keras, ber hak dong mendapat penghargaan atas apa yang aku capai”.

Dari banyak orang hebat yang aku temui, hampir semua dari mereka membalik logika tersebut. Banyak dari mereka berkata, “berkarya saja dan terus berkarya, ketika karya kita dirasa bermanfaat bagi orang lain pasti mereka akan punya penilaian sendiri dan biarkan mereka menilai sesuka mereka. Waktu yang akan membuktikan”. Disini aku belajar bagaimana melakukan sesuatu itu tidak segaja untuk mendapat sesuatu  atau membentuk sesuatu. Karakter kaya juga terbentuk dengan sendirinya karena kita tidak mengharap “diberi” sebuah label atau penghargaan. Yang kupelajari, ketika kita ingin menjadi kaya ya punyalah karakter kaya. Bukan hanya kaya secara materii namun juga kaya secara keseluruhan.

Terlalu banyak mendapat pujian atau penghargaan akan membawa kita pada zona yang terlalu terang. Terlalu gelap mungkin tak cukup membutakan kita, namun terlalu terang pasti akan membutakan kita.

Salam Bahagia dan Berkarya,

Mas Reza Aditia

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *