Posts

Rujak Cingur Tombo Kangen Bu Yuli, Warung Suroboyo di Ungaran

Kuliner Khas Surabaya, Warung Tombo Kangen di UngaranSiapa sih disini yang nggak suka makan? Hampir semua pasti pada suka makan, kecuali yang lagi diet.

Ngomong-ngomong soal makanan, aku adalah orang yang cukup pemilih soal makanan. Tidak semua makanan cocok di lidahku. Bukannya sombong atau sok-sok pemilih. Mungkin itu karena terbawa oleh kegemaran masak ibuku.

Aku selalu suka masakan Alm. Ibu. Hampir setiap ibu masak, beliau selalu meminta pendapatku apakah masakan itu sudah enak atau belum. Kebiasaan itu ternyata membuatku menjadi lebih peka terhadap rasa makanan.

Begitu pula saat memilih makanan. Aku akan menjadi mudah jatuh cinta pada makanan rasanya enak dan pastinya sesuai dengan selera. Untuk mencari makanan dengan spesifikasi demikian memang tidak mudah, ya bisa dibilang jarang aku temui.

Hingga suatu ketika aku menemukan salah satu warung makan yang menyediakan masakan khas Surabaya yang rasanya istimewa. Warung makan tersebut bernama Tombo Kangen – Kuliner khas Suroboyo, yang berada di Jl. Ahmad Yani No. 5 Ungaran.

Sesuai dengan namanya, warung makan ini memang menyediakan berbagai macam kuliner khas kota pahlawan, seperti rujak cingur, tahu thek, lontong balap, rawon, dll. Dari sekian banyak menu makanan yang disedikana, aku sangat cocok dengan rujak cingurnya. Kebetulan semua masakannya dibuat sendiri oleh pemiliknya yang bernama Bu Yuli yang asli Surabaya.

Selain masakannya enak, ternyata Bu Yuli juga cukup ramah pada pelanggan yang mampir makan di warungnya. Beliau sempat bercerita tentang warung miliknya, ternyata tujuannya cukup sederhana yaitu agar bisa menjadi pengobat rindu untuk arek-arek Suroboyo yang telah lama merantau. Jadi bisa dibilang, warungnya tidak hanya digunakan sebagai tempat makan semata, tapi juga seringkali dijadikan tempat berkumpul untuk berbagi cerita sesama perantauan.

Aku sudah dua kali mampir untuk makan di warung ini, dan karena rasanya selalu konsiten enak. Aku sangat percaya, setiap masakan yang dibuat dengan dedikasi dan cinta akan menghasilkan masakan yang enak.

Du Cafe Semarang 1

Du Cafe Semarang, Tampilannya Wow, Makanannya…

Du Cafe, Angkringan.. Kopi.. Galeri.. Cafe baru yang bertempat di Jl. Durian *kalo gak salah* (Deket Pintu Keluar Tol Banyumanik) ini terlihat sangat menarik bila dilihat dari luar. Seperti biasanya di Semarang, cafe baru selalu ramai pengunjung.

Du Cafe Semarang 4Sejujurnya rasa penasaran yang membuat aku datang ke cafe ini. Salah satu hal yang menarik adalah jejeran mobil klasik yang dipajang dalam cafe ini. Benar saja, begitu sampai disana dan masuk aku langsung disuguhi “surga”. Mobil klasik nan mulus yang dipajang sungguh mempesona. Pengunjung bisa menikmati hidangan sambil memanjakan mata nih… Pas banget buat kamu yang suka sama mobil klasik plus hobi nongkrong datang kesini. Ada beberapa barisan kursi yang ditata dekat dengan mobil-mobil yang dipajang. Ide yang bagus sih…

Puas melihat jejeran mobil ini, aku mencari tempat duduk yang nyaman. Berhubung hari itu lumayan rame, aku pilih duduk di taman belakang. Suasananya gak kalah sih sama yang didalem. Nuansa taman dengan rumput hijau akan kita dapetin kalo milih duduk ditaman belakang ini. Pas banget buat yang mau romantis-romantisan. Hehe..

Bagian paling hmm… hmmm.. adalah saat pesen makanan. Setelah duduk, mbak-mbak pelayan pun menghampiri. Langsung aku tanya, “mbak, menu paling spesial ditempat ini apa?”. Si mbak pun segera menjawab, “Tenderloin Steak mas.. Kalo mau makanan angkringan juga bisa ambil sendiri didalam”. Ya udah.. aku kuptuskan untuk pesan menu yang ‘katanya’ paling spesial ditempat ini. Kami datang berempat.. aku, Yori, Agung dan Nanda. Yori mencoba nasi bungkus angkringan, sedang yang lain memutuskan pesan minuman dulu dan akan pesan setelah lihat makananku dan Yori.

Du Cafe Semarang 5Oke.. makanan akhirnya datang. Tentu Yori bisa mencoba makanannya duluan karena dia makan nasi bungkus angkringan. Begitu nyampe dimeja dia bilang, “aku pesen steak juga og, menu angkringannya udah tinggal dikit dan kurang semangat. Gak berapa lama makananku pun datang. Dan… Boom!! Tenderloin Steak nya diluar bayanganku, ya.. dagingnya kecil, sayur dan kentangnya seperti ala kadarnya. Kalo daging yang kecil sih masih bisa ditolerir sih.. harganya 25ribuan ini. Pas nyobain makan, BOOM!! Rasanya.. sampe gak bisa ngomong lah.. Kira-kira kayak daging dikasih garem plus minyak terus di grill. Karna terlalu kaget dengan rasa dari cafe yang tampilannya keren ini jadi kelupaan foto deh.. Yang aku pajang ini steak pesenan Yori. Btw, liat makanan yang datang Agung dan Nanda gak jadi pesen.

Kesimpulan : Tempat yang bagus dan ramai itu belum tentu makananya enak. Semoga Du Cafe bisa memperbaikinya segera.

Salam Bahagia dan Berkarya,

Mas Reza Aditia