Posts

Tentang Mengerti, Guyup dan Saling Mengasihi

Malam ini, entah mengapa mata tak kunjung mau terpejam. Browsing, membaca pun sudah kulakukan sebagai ritual penghantar tidur setiap hari. Berputar banyak kejadian di minggu ini, mulai dari ramainya berita tentang bangsa ini yang beredar hingga keramaian yang terjadi di media sosial. Semua berkaitan, semua berhubungan. Ada yang asyik menikmati keadaan, ada yang kesal karena bosan mendengar atau membaca semua itu yang beredar.

Sedang aku, memilih untuk tak ikut berkomentar karena itu semua bukan urusanku. “Urusanku masih banyak, masih banyak saudaraku yang butuh kubantu dibanding mengurusi hal yang tak ada untungnya buatku”, benakku berkata. Buka maksud egois tapi ini lebih kepada pilihan, pilihan untuk fokus pada diri dan pada orang terdekatku. Semua butuh proses untuk mengerti, bahkan mengerti bagaimana memilih sesuatu. Butuh komunikasi pada diri untuk berdamai dan tak ikut arus yang ada.

Guyup, seperti terlupa. Namun, beruntungnya aku berada dilingkungan yang kesehariannya penuh rasa ini. Rasa saling melengkapi, rasa saling melindungi, dan rasa-rasa lainnya untuk kebersamaan. “Apa mulai tak ada rindu pada guyup ini?”, benakku sering bertanya ketika melintas berita keributan yang terjadi. Mungkin lupa sebuah rasa guyup, atau ingin menjadi yang paling? Mungkin ini jawabannya, mungkin juga hal yang lainnya yang menjadi jawabannya.

Perdebatan, pertengkaran, atau keributan yang lain adalah gambaran minimnya rasa saling mengasihi. Rasa yang sejak entah kapan diajarkan. Namun ini adalah rasa yang paling menyenangkan, rasa yang paling banyak dicari. Saling mengasihi mungkin bisa menjadi obat, obat dari banyak kebencian yang beredar, obat dari saling menghancurkan yang makin marak, mungkin…